Thermal Oil boiler aspalt Mixing palnt

Distributor Thermal Oil HTO

Distributor Resmi Thermal oil heater HTO di Indonesia

Tokomesinku merupakan perusahaan bergerak dalam fabrikasi mesin industri di indoneisa yang sudah teruji kulitas dan manfaatnya sperti thermal oil hetaer dan steam boiler. karna dua jenis mesin tersebut adalah produk utama dari perusahaan kami. selain kualitas dan harga bisa bersaing kami juga memberikan after sales dengan baik di setiap waktu dan di steap wilayah. sedikit akan kami bahas pengenalan tentang produk thermal oil yang kami sediakan :

Apa itu thermal oil ? Thermal Oil Heater HTO Mesin pemanas dengan mempergunakan Thermal Oil Fluid sebagai media alat penghantar panas dalam pipa tahan panas yang di desain sepiral dan bisa bekerja hingga temperatur 300 derajat Celcius bahkan lebih. Tentu berbeda dengan mesin steam boiler dimana mesin yang harus mempergunakan tekanan sampai 70 bar untuk pemakaian temperatur 285 derajat Celcius, Thermal Oil Heater sendiri bekerja hanya pada tekanan pompa sirkulasinya saja sehingga sangat aman dan alat-alat yang membutuhkan pemanasan tidak perlu dirancang dengan konstruksi yang khusus.

thermal oil amp

Penukar panas digunakan dalam transfer energi termal dari satu sistem ke sistem lainnya ketika transfer panas langsung tidak memungkinkan. Dalam kebanyakan skenario seperti ini, penukar panas menggunakan fluida yang berfungsi untuk mentransfer panas dari sumber ke lokasi yang berbeda.

Tetapi hari ini, penggunaan minyak sebagai fluida termal menjadi semakin umum. Pemanas oli tidak mengalami masalah dengan tekanan tinggi atau korosi yang diciptakan oleh uap. Mereka juga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi di berbagai industri, termasuk minyak dan gas, air dan air limbah, dan proses pemanasan.

Sistem transfer panas minyak panas yang sangat fleksibel memungkinkan efisiensi yang sangat tinggi. Bahkan, untuk aplikasi pemulihan panas limbah, perangkat ini dapat melihat nilai efisiensi di atas 90% – secara signifikan lebih tinggi daripada sistem pemanas berbasis uap.

Pemanasan Fluida Termal oil pengganti Fired Langsung

Industri profesional menggunakan sistem pemanas fluida termal untuk berbagai alasan berbeda, tetapi yang paling utama adalah keselamatan. Dalam sebagian besar proses industri, panas dihasilkan oleh pembakaran langsung hidrokarbon; secara umum, tidak aman untuk mentransfer panas langsung dari sumber ini ke beban. Plus, pendekatan ini menawarkan sedikit kontrol atas perpindahan panas.

Proses pembakaran dapat membahayakan keselamatan komponen mekanik yang terbuka. Kenyataan ini dapat, pada gilirannya, secara signifikan meningkatkan biaya pemeliharaan sistem. Namun, dalam sistem fluida termal, panas dari sumber utama dipindahkan ke fluida yang bersirkulasi, yang dipompa ke penukar panas yang kemudian dapat digunakan untuk memanaskan fluida sekunder, sehingga memberikan jalur perpindahan panas tidak langsung.

Dalam beberapa proses industri, dimungkinkan untuk secara langsung memanaskan fluida di ujung beban, atau fluida sekunder. Tetapi dalam banyak aplikasi, cairan sekunder mungkin korosif, membuat pendekatan ini sangat sulit, jika bukan tidak mungkin. Dan dalam situasi lain, fluida sekunder mungkin memiliki batas suhu yang diinginkan lebih rendah dibandingkan dengan minyak (pada 350 ° C), membuat metode ini sangat tidak efisien.

Sebuah thermal oil heater harus kuat supaya dapat bekerja selama dibawah tekanan tertentu yang harus dilengkapi dengan pesawat-pesawat atau alat-alat sehingga memungkinkan dapat bekerja dengan aman. Sebuah mesin pemanas harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :

  1. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  2. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
  3. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  4. Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  5. Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
  6. Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  7. Jumlah panas yang hilang karena radiasi harus sekecil-kecilnya.
  8. Dilengkapi peralatan pengaman atau safety device yang memenuhi standar dari dinas pengawasan keselamatan kerja Departemen Tenaga Kerja.

Saat membuat perangkat ini, penting bahwa fluida kerja (minyak panas) mempertahankan suhu antara titik nyala minyak dan titik api. Kondisi lain yang kondusif untuk kerusakan mekanis, seperti kebocoran, harus dihindari. Penting juga untuk memastikan bahwa fluida kerja benar-benar terkandung dan tidak terkena uap air atau sinar matahari langsung.

Pemanas minyak panas termal dapat berfungsi sebagai solusi yang efektif jika semua tindakan pencegahan ini diambil. Seperti dibahas sebelumnya, perangkat ini mendapatkan panas dari sumber, membawa energi panas dalam minyak yang dipompa melalui pipa, dan kemudian mentransfer energi itu ke cairan sekunder.

Komponen Pada Thermal Oil Heater

Thermal Oil Boiler 600.000 Kcal

  1. Tangki Ekspansi (Expansion Tank) :
    Sifat fisika Thermal Oil adalah volume nya akan meningkat ketika dipanaskan. Fenomena ini harus dipertimbangkan ketika merancang system thermal oil. Sistem thermal oil yang dirancang dengan baik harus memiliki tangki ekspansi yang ukuranya cukup untuk menampung penambahan volume dari sistem
  2. Forced Draft fan/ Blower :
    Fungsinya untuk menghisap udara dari luar dan kemudian ditekan kedalam ruang bakar guna terjadi proses pembakaran. Forced draft fan digerakkan oleh motor penggerak, dan dilengkapi oleh saringan udara, serta damper yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk yang dibutuhkan untuk proses pembakaran diruang bakar dari thermal oil heater.
  3. Burner :
    Burner merupakan komponen penga butan bahan bakar, bahan bakar akan menyemprotkan penghantar kesuksesan proses pembakaran dan pada saat bersamaan. Ignition memercikkan api listrik yang akan mengakibatkan terbakarnya bahan bakar
  4. Nozzle pipe :
    Merupakan tempat jalannya bahan bakar menuju nozzle tip, dimana terdiri dari 3 (tiga) pipa yaitu: untuk pembakaran tinggi, pembakaran rendah, dan untuk sirkulasi. Pada ujung pipa dipasang 3 (tiga) nozzle tip digunakan untuk pembakaran tinggi, dan 1 (satu) nozzle tip untuk pembakaran rendah.
  5. Nozzle :
    Fungsi sebagai tempat untuk mengabutkan bahan bakar, alat ini di pasang pada ujung nozzle pipe yang dilengkapi dengan saringan.
  6. Oil Pump (F. O booster pump) :
    Fuel oil pump di putar oleh motor (3600 rpm) pompa mengirim bahan bakar keburner, pompa bahan bakar merupakan tipe roda gigi.Dan berfungsi untuk mentransfer MFO untuk dialirkan ke burner
  7. Coil Pemanas atau Pipa-pipa oli (Heating Coil) :
    Coil Pemanas (Heating Coil) berfungsi sebagai media oli yang dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran. Coil pemanas terbuat dari Seamless Boiler Tube yang diroll secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 30 bar. Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan coil akibat terbentuknya arang.
  8. Manometer :
    Manometer adalah alat pengukur tekanan. Alat ini digunakan sebagai alat untuk menunjukan tekanan bahan bakar pada thermal oil heater. Pemasangan manometer ini di tujukan agar besar kecilnya tekanan di dalam thermal oil heater dapat di ketahui sehingga memudahkan untuk mengontrolnya.
  9. Gelas Penduga (Sight Glass) :
    Gelas penduga dipasang pada samping tangki bahan bakar dan tangki ekspansi yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian bahan bakar atau oli di dalam tangki. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian bahan bakar atau oli dalam tangki selama thermal oil heater sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level oli atau bahan bakar tidak dapat dibaca
  10. Pompa Sirkulasi (Circulating Pump) :
    Pompa Sirkulasi (Circulating Pump) adalah bagian terpenting dari sistem thermal oil heater karena akan menentukan kelancaran thermal oil heater sistem.
  11. Emergency Stop :
    Emergency Stop ini digunakan untuk melindungi thermal oil heater, karena apabila burner terus bekerja ketika aliran berkurang / tidak ada aliran, maka oli didalam pipa akan mengalami akan mengalami overheating yang akan menyebabkan terjadinya oil coking atau pengarangan.
  12. Flow Control :
    Untuk menghindari semua insiden diatas, yang mungkin terjadi karena problem tidak ada aliran, maka harus dibuatkan interlock low flow shutdown pada burner safety. Sistem yang paling efektif adalah pressure sensor karena sudah terbukti menjadi sistem yang dapat diandalkan untuk jangka Panjang. Untuk memberikan indikasi dari keadaan no flow, pabrik dapat memasang pressure sensor. Ada beberapa cara pemasangan flow control:
    1) Mechanical flow switch pada aliran utama oli.
    2) Differential pressure flow switch.
    3) High Pressure Regulating Valve antara line suction dan discharge pompa.
  13. Panel Kontrol Listrik :
    Panel Kontrol Listrik fungsi yang paling utama ialah sebagai sumber distribusi listrik dan sebagai pengontrol utama dari semua komponen unit thermal oil heater
  14. Filter bahan bakar :
    Filter berfungsi Sebagai penyaring bahan bakar (MFO) dari kotoran-kotoran yang terkandung didalam bakar sebelum dialirkan ke burner

Perbedaan Thermal oil Vertikal dan Horizontal 

Tidak ada perbedaan fungsional antara instalasi pemanas vertikal dan horizontal. Dalam kedua kasus, panas dipindahkan dari fluida kerja (minyak termal) ke fluida sekunder. Pilihan konfigurasi vertikal atau horizontal terutama didasarkan pada tata letak pabrik dan batasan ruang tertentu.

Secara umum, sistem transfer pemanas minyak panas horisontal memungkinkan untuk akses yang lebih baik ke perangkat untuk operasi pemeliharaan, tetapi mereka juga mengambil lebih banyak ruang lantai. Pemanas vertikal membutuhkan ruang lebih sedikit tetapi dapat menimbulkan tantangan aksesibilitas.

KesimPulan Thermal Oil

Thermal oil heater dibuat untuk menghasilkan panas dengan jalan memanaskan oli di dalamnya dengan gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran oli dicoil dengan panas radiasi. Oleh karena itu panas dari bahan bakar tersebut harus banyak diserap oleh coil guna menghasilkan panas yang maksimal.

Untuk mencapaihal tersebut maka konstruksi dari susunan pipa-pipa atau coil yang memisahkan antaraoli dengan gas panas yang memanaskan oli tersebut harus diatur sedemikian rupa. Ketika mesin pemanas ini beroperasi dengan cara otomatis sering terjadi beberapa gangguan-gangguan diantaranya menurunnya temperatur pembakaran. Hal ini sering disebabkan karena kurangnya perawatan pada bagian-bagian dari pada thermal oil heater tersebut. Untuk mengetahui gangguan-gangguan tersebut maka kita perlu melakukan pengecekan pada bagian-bagian thermal oil heater tersebut, sebelum kita memastikan bagian mana yang akan kita lakukan perbaikan.

Agar thermal oil heater dapat beroperasi dengan lancar dan tidak mengalami kendala pada saat digunakan maka kita perlu seorang supervisor atau operator yang memahami bagaimana cara mengoperasikan dan merawat thermal oil heater. Karena didalam mesin pemanas ini terdapat komponen-komponen yang sangat banyak,maka agar lebih mudah perlu adanya pemahaman dan teori mengenai thermal oil heater

Open chat
Hallo...
Trimakasih telah munghubungi kami.
Beri tahu apa yang bisa kami bantu.?